air mata
itu seperti teriakan
mengalir
seperti darah
dan
berjalan karena sakit
kamu
tidak pernah sadar air itu akan datang
bahkan
disaat lukamu mulai terbuka
kamu pun
tidak akan sadar
wajahmu
mulai memerah
dan
kepalamu mulai terkoyak
perintah
dari otakmu
sedikit
demi sedikit membuatmu seperti boneka
ya,
seperti diluar kendali
matamu
seperti berbicara
dan
mulutmu seperti singa yang mengaung
dan
wajahmu seperti orang ketakutan
kamu
tahu jika kamu benar
kamu pun
tahu jika itu tidak pantas kau lakukan
tapi,
pisau yang terlanjur menancam pada besi
membuatmu
memilih untuk mengayunkan bahumu
bahkan
melayangkan duri yang tipis
lalu
menjatuhkannya
Sungguh
menakutkan
ternyata
air yang tenang bisa menumbuhkan api
No comments:
Post a Comment